1. text

    oh skript is only skript

    sepuluh bulan ke belakang ini ngapain aja ?

    Tak ada

    Lembaran jurnal, referensi, berserakan dilantai. Terlipat, terinjak, kadang tak sengaja ada yang robek. kertas berhamburan dimana mana. Aku berdosa, lembaran itu beratus hari ada disana, tergeletak. 

    Aku menyianyiakan berapa puluh putaran jam, menghabiskan detiknya tanpa menghasilkan apa apa.. ah iya setidaknya aku sudah menyelesaikan kewajiban akademikku. walau terasa berat rasanya.. akhirnya terselesaikan juga.

    Yang ditunggu sekarang, REVISI.. senyumin aja lah ya.. matahari aja masih bersinar koq.

  2. text

    "distance is sucks.. always sucks.."

    ._.

  3. text
    setelah setahun ini sendiri, walau sekarang juga tampaknya sendiri. tapi ada yang nungguin gue disana.. dan gue juga lagi nunggu seseorang disini.. 

    setelah setahun ini sendiri, walau sekarang juga tampaknya sendiri. tapi ada yang nungguin gue disana.. dan gue juga lagi nunggu seseorang disini.. 

  4. text

    <3

    gak sengaja keingetan si dia nih.. waktu gue SD cita cita gue pengen nikah sama Yamato halah! haha and i knew its so delusional ;)

  5. text

    "kita hanya suka dengan perlakuan seseorang terhadap kita, bukan karna dia siapa."

    entah dinamai apa

  6. text

    is it wrong (tanda tanya)

    sungguh dari hati

    aku tidak pernah menginginkan lebih dari apa yang aku dan dia punyai saat ini. karna apa apa yang telah kami jalani , percakapan sepanjang hari, selalu ada cerita yang dibagi, merupakan hal yang cukup.

    bagiku…

    entah itu disebut suka, pengenalan, pendekatan.

    aku tak ingin menamai hubungan yang telah berlangsung sejak kami mengenal satu sama lain ini dengan istilah yang telah kusebutkan, atau mengasumsikan sesuatu telah terjadi antara kami.

    tidak, aku tidak ingin.

    menurutku dia adalah teman baik yang sangat menyenangkan. jadi ku pikir akan jahat sekali jika ada orang yang memintaku untuk tak lagi berteman dengannya hanya karna itu akan merugikan pihak orang tersebut, betapa piciknya kurasa. dan selama dia tak berkeberatan untuk semua perhatian yang ku berikan, cerita yang ku bagikan, tawa yang kutawarkan, menurutku dimana salahnya ? 

  7. text

    bluemoon-in-june:

    Kau membiarkanku jatuh cinta padamu, dan membiarkanku terpuruk sendiri karena cinta itu. Bahkan kau pergi tanpa permisi.

    salah gak kalau aku bilang kamu jahat?

  8. text

    :”)

    themellowyellow:

    Apakah mencintaimu itu sesakit ini?

    Aku belum pernah jatuh cinta tanpa alasan, selain padamu. Sejak cinta itu mulai tumbuh perlahan bahkan sampai detik ini saat cinta itu harus aku kubur dalam-dalam, aku tak bisa menemukan alasan mengapa aku begitu mencintaimu.
    Ironisnya, cinta ini terus berkembang bahkan disaat kau pergi meninggalkanku. Dan aku tetap tak menemukan alasan itu.

    Apakah mencintaimu itu sesakit ini?

    Aku harus berusaha tetap berdiri dan berlari. Mengejar sesuatu yang memang menjadi impianku. Bertahan dalam kondisi sesulit ini dalam keadaan patah hati. Entah aku bisa atau tidak. Tapi, moving on itu bukan berarti aku harus menghindari sesuatu yang berhubungan denganmu, langsung atau tak langsung. Melainkan berusaha melawannya, melawan rasa takut itu sendiri. Dan aku telah membuktikannya, aku menang. Walau sakit rasanya, dihadapkan dengan berjuta memori yang siap menghantui, membunuh perlahan, tapi pasti. Lagipula, tak mudah menjadi penengah antara pikiran dan hati. Menyakitkan.

    Apakah mencintaimu itu sesakit ini?

    Disamping aku harus melawan orang disekitarku, dan meyakinkan mereka bahwa aku telah memilihmu, aku pun harus meyakinkan diriku sendiri bahwa kau adalah salah satu lelaki yang pernah membuatku jatuh cinta. Kau tak kan pernah tau sesulit apa itu. Menolak orang yang lebih baik darimu dan kemudian memilihmu, aku pikir itu sangat menyakitkan. Bagiku, baginya, namun tidak bagimu. Dan disaat aku telah benar-benar yakin terhadapmu, kau malah menghancurkan semuanya. Menghancurkan keyakinanku yang telah susah payah ku bangun atas nama cinta. Seperti ranting patah yang ringkih, butiran air hujan yang menyejukkan pun telah membuatnya rapuh. Dan kau mematahkannya tanpa ampun. Sampai remuk. Sampai hancur tak berbentuk. Ya, itulah diriku sekarang.
    Dan mencintaimu memang menyakitkan.

    Bagaimana jadinya bila ku harus melupakanmu dengan terpaksa, jika mencintaimu saja begitu menyakitkan?

  9. text

    drama di kemudian hari

    apa kau tahu rasanya ditinggalkan ?

    dia bertanya seolah menyindir, seakan aku harus menjabarkan sesuatu hal yang akan membunuh pikiranku sendiri, Dia ingin aku katakan apa .. 

    mengapa diam.. aku hanya tanya.. kau tahu tidak rasanya ditinggalkan ?

    dia bertanya sekali lagi, intonasinya tetap tenang, datar , tanpa ekspresi berlebihan, atau yang dibuat buat, Dia ingin jawaban seperti apa… Aku kembali terdiam

    kamu sekarang sedang berpikir tentang jawabanmu sendiri, atau kau berpikiran jawaban seperti apa yang ku inginkan.. ? ini bukan tentang apa apa yang ku inginkan, ini tentang bagaimana kau merasakannya.. itu saja

    Strike! dia seolah dapat membaca dengan jelas apa yang tertulis di otakku, mengecapnya pelan pelan, melempar tanya yang lebih rumit ku rasa.. aku pun mulai membuka suara ..

    aku pernah di tinggalkan, hanya saja aku tak pernah ingin tahu bagaimana rasanya..

    ingin aku dapat mengartikan wajahnya saat aku baru saja mengeluarkan pendapatku.. dan wanita itu pun tetap saja tenang. tak menunjukan reaksi apa apa.. dia kembali mendekatkan jarak mukanya di hadapanku.. setengah berbisik dia berkata

    Apa kau ingin tahu bagaimana rasanya ?..

    aku pun mengangguk

    tak perlu banyak komando untuk menyilahkan wanita itu bertuturkata, Ia berbicara seolah aku harus mengetahui rasa sakitnya seperti apa. Saat bercerita mata nya tak lepas menatapku.

    tatapan mata itu mengingatkan akan wanita yang terlalu menahan kepedihan, seolah ia tlah lama berkubang dalam lumpur kesakitan, matanya tak menyorotkan apa apa selain.. keterbiasaan akan rasa sakit. Ia tak takut untuk merasa sakit, karna itu sudah mendarah daging baginya. Ia tlah bersahabat dengan rasa sakitnya hingga itu tak lagi menyakitkan. 

    lagi lagi aku hanya terdiam, sebagai lelaki yang sering menjalin dengan banyak wanita, aku pun sering meninggalkan wanita tanpa alasan, sepihak, tiba tiba.. Aku lelaki pada umumnya.. memang seperti itulah kami.

    Aku tertarik untuk menyelami apa yang dirasa dalam hati wanita itu. Ia terlalu ringkih untuk ku tanyai “kenapa” kenapa ia begitu setenang itu menjabarkan kehidupan yang menyakitkan. Tertinggalkan oleh orang yang melahirkannya, disusul oleh kedua kakaknya.. lalu sanak keluarga yang lain. Berkali kali di tinggalkan oleh lelaki yang hanya menjadikan Ia sementara. Tak kusadari ia telah menyelesaikan ceritanya, dan menangkap basah aku yang tengah melamun.

    sepertinya aku tak perlu mengingatkanmu lelaki yang ku kira cukup dewasa untuk mencerna setiap kalimat yang ku katakan, akan tak perlu bertanya apa apa .. kau hanya perlu merasainya

    wanita itu tiba tiba beranjak dari kursinya, meninggalkan aku sendirian. 

    #part1

  10. text

    "kalian yang percaya cerita yang dituliskan disini, Terimakasih telah mendengar dongeng yang tak pernah ada"

    untuk kalian yang kepo ;) 

← →

About

selain aku suka kata-kata, aku juga suka kamu

Search

People I follow