-
(Source: otakuheart)
-
It’s all still, a year later, so very true.
-
her’s
aku pernah menyukai milik orang, nyawa yang terkurung dalam tubuh berjakun dan berparas tampan di etalase yang hanya mampu ku lihat dibalik kaca. telat aku mengambil atau memang kalah cepat. wanita manis mengambilnya tergesa. melabeli sebagai haknya lalu dengan senang hati dia bawa pulang. aku masih menatap dibalik kaca. tempat yang dulu masih berada disana. jejak pesonanya masih ku rasa. telunjukku menelusuri kaca kaca di sebelahnya tak ada seindah dia. aku berbalik arah ke tempat semula. tak ada yang menggantikan, tempat yang ku suka itu, dibalik kaca itu, kosong.
aku pernah, bersujud pada langit meminta menghilangkan apa yang dipunyai wanita itu. lalu kirimkan padaku. kirimkan ia yang menjadi milik orang.
aku pernah, menghasut wanita manis itu agar melepaskan apa yang telah ia miliki, tak ada guna. wanita manis itu enggan melepaskan.
aku pernah, mengendap dalam gelap, menuju kediaman wanita itu. berharap aku menemukan miliiknya yang akan aku ambil. tepatnya mencuri. sia sia. wanita itu menyembunyikan miliknya entah dimana. saat terlelap ku dekati wanita itu dengan sebilah pisau ditanganku. ku buka dada nya pelan-pelan. sesuatu dalam genggaman ku tusukkan pada daerah sebelah kiri.
Berhasil !!
aku menemukan apa yang ku inginkan.
-
-
ILU
i love u

hanya itu, hanya i love u ;;)
-
FOLLOW for more pretty photos
nanti kita makan berdua ya.. entah saat sarapan, makan siang atau dinner sederhana. aku paling suka pagi saat sarapan . saat matahari masih bersinar dengan lugu, malu malu. kalau kamu, suka yang mana sayang ?
(via leilockheart)
-
sayang.. selalu ada pilihan yang mesti kita ambil salah satunya
bersikap terbuka dengan kekurangan, bertahan dan buat keadaannya membaik
atau
menomorsatukan ego, merasa pendapat sendiri yang paling benar
apapun pilihan mu
everything’s gonna be allright .. for me :)
(Source: otakuheart, via leilockheart)
-
Terkalahkan keadaan
Terkalahkan keadaan
rayuan embun pagi di limabelas januari, tetesan hujan dari semalam lewati kaca jendela hingga dini hari. Bulatan bening seukuran nol koma lima centi. Teringat bulir bulir airmata yang tak sanggup kutahan bendungannya, mengalir di atas bantal kesayanganku, sesukanya.
Ketiadaanmu yang ku kira sementara, keacuhanmu yang ku kira bertahan saat senja saja , perpisahan yang ku kira hanya dalam bayangan semata,
semua menjelma nyata
hadir tiba tiba.
ketakutan merongrong bathin ketenanganku,koyak kemudian. Ketakseimbangan timbal balik yang kita coba komunikasikan disudutkan oleh lambatnya koneksi, dan pertemuan untuk menjelaskan tak juga terealisasikan.
Tumpukan hal hal yang mungkin belum sempat di ucapkan, gunukan rasa yang tak sanggup di umbar lewat pesan singkat, percakapan yang tertinggal menunggu untuk diselesaikan.
Anak anak kata tak sanggup lagi menunggu di pangkal tenggorokan, mulai membuat gaduh, berlarian kesana kemari menyampaikan huruf huruf yang diselingi rindu.
Semoga tak salah alamat, gumam bathinku, tetapkan hatimu sebagai tujuan,
Jika telah sampai rinduku, biarkan menembus akar pikiranmu. Cerna dengan lembut sebelum kau telan rindunya hingga rasanya menghambar.
Tolong ubah pandanganmu terhadap ragu yang kau tuduhkan sebagai keadaan.
Hentikan ragu yang terlampau merambat, jauhkan dari kesalahpahaman yang mencuat dan semakin mengkerutkan dahi beberapa lipat.
Genggam erat jemariku, beriringan samakan langkah kaki, dengamu, kita hadapi.
Berserah bukan menyerah.
-
beginilah aku
Terucap maaf padamu sayang, inilah aku
Aku yang penuh kecemasan. Penuh kekhawatiran akan dimana keberaadaanmu, aku yang selalu melempar tanya di saat yang tak tepat. Penganggu dalam detik dan tiap jarak kau berpindah tempat .
aku yang terlalu takut kehilanganmu, tentu saja karna kau telah menempati posisi berharga dalam hatiku. Dalam urutan nomor dua setelah orang tuaku.
Aku yang penuh ketakutan jika kau mulai berkata “tak ada yang abadi, begitu juga hati” apakah tak bisa menjaganya tetap sama seperti saat pertama kau ucap rindu padaku, tak terlalu sulitkah itu?
Aku yang takut mengenggam terlalu erat jemarimu., aku takut kau sesak, tak leluasa lalu jengah. Hal yang paling tak dapat ku terima nyatanya. Benar, Membayangkan Kepergianmu takkan terlahir dalam benakku. Kau ada dan tetap ada.
jangan biarkan rasa ini mati karna ditinggal pergi
-
"Jadi orang itu ngga usah aneh aneh, apa adanya aja. Baju ya ngga usah tiap bulan beli, kalau belum berlubang dan kalau masih bisa dipakai ya dipakai. Makan ngga usah selalu enak yang penting tetep bisa makan tiap hari"
via adityaistyana






